Rabu, 12 Desember 2018

Part 2 Membuat Project Sederhana, Web Service Sederhana dan Kalkulator Sederhana



A. Membuat Project Sederhana
Setelah mempelajari cara mengaktifkan plugins dan server pada NetBeans 8.2, sekarang akan diberikan langkah-langkah dalam membuat sebuah project serderhana. Langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut :
  1. Buka NetBeans 8.2, pilih menu "File", pilih "New Project",  maka akan tampil jendela "New Project". Kemudian pilih "Java Web", lalu "Web Application",lalu klik tombol "Next".
  2. Pada "Project Name" berikan nama projectnya WebServices. Kemudian jika ingin menentukan lokasi tempat project akan dibuat dan disimpan pilih "Browse" lalu tentukan lokasinya, selanjutnya klik tombol "Next".
  3. Langkah berikutnya adalah memilih jenis server. Pilih GlassFish Server 4.1.1, yaitu server yang telah diaktifkan pada tutorial sebelumnya. Setelah itu klik tombol "Next".
  4. Selanjutnya pada bagian frameworks tidak perlu ditambahkan karena project yang akan dibuat adalah project sederhana. Terakhir, klik tombol "Finish".
  5. Kemudian akan dilakukan pengecekan apakah project yang dibuat dapat dijalankan dengan baik. Caranya adalah dengan "Deploy" project lalu "Run" project yang telah dibuat. Sebelum itu pada bagian file index.html dalam tag <body>...</body>, akan ditambahkan tulisan "Praktik ke 1 Sukses...!!!". Perhatikan gambar berikut.
  6. Langkah berikutnya klik kanan pada project WebServices, lalu pilih "Deploy". Tunggu hingga proses deploy selesai.
  7. Kemudian jika proses deploy sukses, klik kanan lagi project WebServices, lalu pilih "Run".
  8. Terakhir, jika proses run project sukses, maka akan ditampilkan seperti pada gambar berikut.
Gambar di atas menunjukkan bahwa project sederhana yang dibuat berhasil dijalankan dengan baik dan server GlassFish 4.11 telah berhasil disetting.

B. Membuat Web Services Sederhana
Dari project dengan nama WebServices yang telah dibuat, dapat diimplementasikan untuk membuat sebuah web service sederhana. Langkah-langkah dalam membuat web service sederhana yang dimaksud adalah sebagai berikut :
  1. Pilih dan klik kanan projet WebServices, lalu pilih "New", kemudian pilih "Web Service".
  2. Selanjutnya akan muncul jendela "New Web Service". Pada "Web Service Name" berikan nama web servicenya TestWebService, lalu pada "Package" berikan nama ws, lalu klik tombol "Finish".
  3. Web service yang dibuat akan terlihat dalam folder project WebServices seperti pada gambar berikut.
  4. Tes web service yang telah dibuat dengan cara klik kanan pada folder Web Services, lalu pilih dan klik "Tes Web Services".
  5. Kemudian, jika web service berhasil dijalankan atau dites, akan tampil seperti pada gambar di bawah berikut. Isikan nama pada kotak yang disediakan (sebagai contoh: Jaya), lalu klik tombol "hello".
  6. Lalu akan tampil seperti gambar berikut.
Gambar di atas menunjukkan bahwa web service sederhana berhasil dibuat dan web service tersebut dapat dijalankan atau digunakan.

C. Membuat Kalkulator Sederhana
Dari pembuatan web service pada poin B, dapat dibuat sebuah kalkulator sederhana  misalnya untuk melakukan penjumlahan dua buah bilangan. Langkah-langkah pembuatan kalkulator sederhana tersebut adalah sebagai berikut :
  1. Buka folder Web Services pada project WebServices, kemudian klik kanan pada "TestWebServices" (nama web service yang telah dibuat), lalu pilih "Add Operation".
  2. Selanjutnya akan muncul jendela "Add Operation". Pada "Name" berikan nama penjumlahan, pada "Return Type" isikan dengan int (integer). Berikutnya tambahkan variabel angka1 dan angka2 dengan cara klik tombol "Add", lalu isikan sesuai dengan yang terdapat pada gambar di bawah ini, lalu klik tombol "OK"
  3. Perhatikan pada file TestWebServicesjava, akan muncul sebuah method baru dengan nama penjumlahan, lalu klik Ok. Tambahkan pada bagian return dengan menambahkan angka1 + angka2.
  4. Dengan cara yang sama pada poin B nomor 2, lakukan Test Web Service. Jika berhasil akan ditampilkan seperti gambar berikut. Isikan masing-masing kotak yang disediakan dengan angka (misal: angka1 = 2 dan angka2 = 3), lalu klik tombol "penjumlahan".
  5. Setelah tombol "penjumlahan" diklik, maka akan tampil seperti gambar berikut.
Gambar di atas menunjukkan bahwa kalkulator sederhana untuk menghitung penjumlahan berhasil dibuat. Dengan demikian, tutorial pembuatan project sederhana, web service sederhana, dan kalkulator sederhana selesai.







Kamis, 06 Desember 2018

Part 1 Mengaktifkan Plugins & Server GlassFish 4.1.1 pada Netbeans 8.2



A. Mengaktifkan Plugins pada NetBeans 8.2
Untuk dapat menggunakan seluruh plugins yang terdapat pada Netbeans 8.2, pertama-tama perlu diaktifkan dulu plugins tersebut, langkah-langkahnya sebagai berikut :
  1. Buka program NetBeans 8.2.
  2. Klik "Tools" lalu pilih "Plugins".
  3. Lalu akan tampil jendela Plugins seperti gambar di bawah, lalu pilih menu Installed. Langkah selanjutnya adalah memberikan checklist (tanda centang) ke masing-masing pilihan yang belum aktif saja, selanjutnya klik "Activate".
  4. Tunggu proses aktivasi plugins hingga selesai, lalu klik "Finish" dan akan tampil daftar plugins yang semula belum bertanda centang (belum aktif) menjadi bertanda centang (aktif) seperti pada gambar di bawah ini. 
Gambar di atas menjelaskan bahwa setting pada plugins telah berhasil diaktifkan. Selanjutnya akan mengaktifkan server GlassFish 4.1.1.
 
B. Mengaktifkan Server GlassFish 4.1.1 pada NetBeans 8.2
GlassFish adalah proyek server aplikasi open-source yang dimulai oleh Sun Microsystems untuk platform Java EE dan sekarang disponsori oleh Oracle Corporation. Untuk mengaktifkan GlassFish server yang terdapat pada NetBeans 8.2 langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
  1. Masuk menu "Tools" lalu pilih dan  klik "Servers" (lihat gambar).
  2. Pada jendela Servers, pilih "Add Server" lalu akan muncul jendela "Add Server Instance". Selanjutnya pilih server yang akan ditambah yaitu GlassFish Server, lalu klik "Next".
  3. Kemudian pilih lokasi server GlassFishnya, lalu klik Finish, kemudian cek kembali servernya, jika berhasil maka akan tampil seperti gambar berikut.
Gambar di atas menjelaskan bahwa server GlassFish telah berhasil di install pada NetBeans 8.2. Untuk mengetes server GlassFish tersebut perlu dibuat sebuah contoh projoect yang akan diberikan pada postingan berikutnya.

Minggu, 30 Oktober 2016

BAHASA PEMROGRAMAN DAN VISUAL BASIC 2010 EXPRESS


Halo sahabat sendokilmu, kali ini penulis akan membahas tentang bahasa pemrograman dan sedikit gambaran tentang Visual Basic 2010 Express.

Langsung saja kita simak pejelasan berikut.
Bahasa pemrograman adalah instruksi standar untuk memerintah komputer. Bahasa pemrograman ini merupakan suatu himpunan dari aturan sintaks dan semantik yang dipakai untuk mendefinisikan program komputer. Bahasa ini memungkinkan seorang programmer dapat menentukan secara persis data mana yang akan diolah oleh komputer, bagaimana data ini akan disimpan/diteruskan, dan jenis langkah apa secara persis yang akan diambil dalam berbagai situasi.
Fungsi bahasa pemrograman adalah memerintah komputer untuk mengolah data sesuai dengan alur berpikir yang kita inginkan. Keluaran dari bahasa pemrograman tersebut berupa program/aplikasi. Contohnya adalah program yang digunakan oleh kasir di mal-mal atau swalayan, penggunaan lampu lalu lintas di jalan raya, dan lain-lain.
Bahasa pemrograman mempunyai tingkatan yang dibedakan menjadi:
1.    Bahasa Tingkat Rendah
Bahasa pemrograman masuk tingkat ini karena bahasanya masih jauh dari bahasa manusia. Contohnya bahasa Assembly.
2.    Bahasa Tingkat Menengah
Disebut tingkat menengah karena bisa masuk ke dalam bahasa tingkat tinggi maupun rendah. Contohnya bahasa C.
3.    Bahasa Tingkat Tinggi
Bahasa pemrograman masuk tingkat ini karena bahasa tersebut mendekati bahasa manusia. Contohnya bahasa Basic, Visual Basic, Pascal, Java, PHP.
Demikian sedikit ulasan mengenai apa itu bahasa pemrograman. Dari keterangan diatas dapat diketahui bahwa Visual Basic yang akan dibahas oleh penulis tergolong ke dalam bahasa tingkat tinggi.
Sebelum masuk ke dalam inti pembahasan mengenai bahasa pemrograman Visual Basic 2010 Express, ada baiknya apabila kita ulasan berikut terlebih dahulu.
·         Sejarah Visual Basic
Pada zaman dulu, ada sebuah bahasa pemrograman yang diberi nama “Basic” (Beginner’s All-purpose Symbolic Instruction Code). Sesuai dengan namanya, “Basic” ditujukan sebagai bahasa yang paling sederhana bagi mereka yang tidak terlalu familiar dengan dunia pemrograman.
Pada tahun 1991 Microsoft mengeluarkan “Visual Basic”, pengembangan dari “Basic” yang berubah dari sisi pembuatan antarmukanya (interface).
Pada akhir tahun 1999, teknologi “.NET” diumumkan. Microsoft memosisikan teknologi tersebut sebagai platform untuk membangun “XML Web Services”. “XML Web Services” memungkinkan aplikasi tipe apapun dapat berjalan pada system komputer dengan tipe manapun dan dapat mengambil data yang tersimpan pada server dengan tipe apapun melalui internet.
“Visual Basic.NET” adalah “Visual Basic” yang direkayasa kembali untuk digunakan pada platform “.NET” sehingga aplikasi yang dibuat menggunakan “Visual Basic.NET” dapat berjalan pada system komputer apapun, dan dapat mengambil data dari server dengan tipe apapun asalkan terinstal “.NET Framework”.
Berikut adalah perkembangan dari Visual Basic.NET :
1.             Visual Basic.NET 2002 (VB 7.0)
2.             Visual Basic.NET 2003 (VB 7.1)
3.             Visual Basic 2005 (VB 8.0)
4.             Visual Basic 2008 (VB 9.0)
5.             Visual Basic 2010 (VB 10.0)
·         Kelebihan Visual Basic .NET
Beberapa kelebihan Visual Basic .NET antara lain sebagai berikut :
1.             Sederhana dan mudah dipahami
2.             Mendukung penggunaan GUI (Graphical User Interface)
3.             Mempermudah mengembangkan aplikasi bebasis Web
4.             Banyak digunakan oleh programmer-programmer di seluruh dunia

·         Penjelasan
Adapun gambaran tentang Visual Basic 2010 Express akan penulis jelaskan dari beberapa kelebihan yang telah disebutkan.
1.    Visual Basic tergolong sederhana dan mudah dipahami
Berawal dari pengembangan bahasa pemrograman “Basic” (Beginner’s All-purpose Symbolic Instruction Code) yang ditujukan sebagai bahasa yang paling sederhana bagi kalangan yang kurang atau bahkan tidak familiar dengan dunia pemrograman, kemudian dikembangkan menjadi sebuh “Visual Basic” dengan adanya perubahan pada sisi antarmuka (interface) tentu “Visual Basic” menjadi lebih mudah lagi dioperasikan atau digunakan.
2.    Mendukung penggunaan GUI (Graphical User Interface)
Dengan menggunakan Visual Basic, program yang dibuat dengan memanfaatkan GUI akan menjadi lebih “user friendly”. “User friendly” sendiri menurut penulis adalah kemudahan pengguna dalam menjalankan atau mengoperasikan suatu alat atau system (kaitannya dengan bahasan ini berarti yang dimaksud adalah program) tanpa harus mengalami kebingungan dan tanpa harus mempunyai syarat kompetensi tertentu. 
3.    Mempermudah mengembangkan aplikasi bebasis Web
Telah disediakan desainer form berbasis Web pada Visual Basic. Selain itu juga disediakan layanan Web-XML sehingga memungkinkan suatu aplikasi berkomunikasi dengan aplikasi lainnya dari berbagai platform menggunakan prokol internet terbuka.
4.    Banyak digunakan oleh programmer-programmer di seluruh dunia
Karena banyak programmer di seluruh dunia, tentu banyak tutorial-tutorial pembuatan program baik melalui teks maupun video yang tersebar luas di internet. Serta tidak dipungkiri juga terdapat banyak komunitas yang menyediakan forum untuk menanyakan keluhan dan kendala dalam membuat program.

Demikian pembahasan mengenai Visual Basic 2010 Express. Semoga bermanfaat dan mohon maaf atas kesalahan baik yang disengaja maupun tidak. Terimakasih atas perhatiannya.

Sumber :


Kamis, 06 Oktober 2016

MENGENAL BIOS SERTA SEJARAH DAN PERKEMBANGANNYA


Halo sahabat sendok ilmu, kali ini kita akan membahas sejarah dan perkembangan BIOS.
Pertama-tama apakah BIOS itu?
BIOS merupakan singkatan dari Basic Input Output System. Definisi dari BIOS sendiri adalah kegiatan yang berhubungan dengan masukan (input) dan yang dihasilkan (output) yang paling dasar dan tersusun dalam suatu sistim yang terkontrol.
Pasti banyak dari sahabat yang bertanya-tanya, sebenarnya untuk apa sih BIOS itu? Dan kenapa harus ada BIOS di dalam komputer kita?
Begini sahabat, penulis akan menjelaskan terlebih dahulu “Kenapa harus ada ada BIOS di dalam komputer kita?”
Ketika sebuah komputer dibuat maka BIOS pun ikut pula disertakan pada komputer tersebut. BIOS merupakan suatu sistem yang dikeluarkan oleh pembuat komputer (pabrik-an) dan tidak ada komputer yang beredar di pasaran atau yang anda gunakan yang tidak menggunakan BIOS.
Nah, jadi cek dulu komputer(PC atau laptop) sahabat sekalian, udah ada BIOSnya belum, pastinya secara otomatis sudah terdapat BIOS di dalamnya.
Sebelum kita membicarakan fungsi dari BIOS itu sendiri, pasti timbul pertanyaan dari sahabat “Lalu dimana letak BIOS yang katanya harus ada di dalam komputer kita tadi?”
Begini sahabat, BIOS pada komputer ditempatkan pada chip ROM (Read Only Memory) atau yang dikenal dengan istilah ROM BIOS. Dan BIOS selalu dapat diakses dan dan tidak dapat gagal karena kegagalan media penyimpan data. Oleh sebab itu ROM BIOS dapat dijalankan sender (booting).
BIOS sendiri merupakan program pertama yang diakses oleh prosesor selama start up untuk memastikan bahwa semua program dasar lainnya seperti hard drive, port, peripheral dan CPU berada dalam kondisi kerja yang baik.
Kok bicara tentang program segala, berarti BIOS itu sama dengan sistem operasi dong? Eits, tunggu dulu..
BIOS berbeda dari sistem operasi komputer. Sistem operasi berada pada hard drive dan menyediakan user interface yang dapat dilihat pada layar setelah start up. Program BIOS, di sisi lain, dapat ditemukan tepat di chip memori flash atau ROM yang terletak di motherboard. Ini adalah kebutuhan dasar untuk melakukan booting pada komputer.
Lalu fungsi BIOS antara lain sebagai berikut :
1.      Mengidentifikasi perangkat input dan output yang tersambung atau terpasang pada komputer,
2.      Menjalankan sesuai dengan fungsi dan peranan perangkat input dan output yang tersambung atau terpasang pada komputer,
3.      Mengendalikan perangkat input dan output yang tersambung atau terpasang pada komputer agar bekerja sesuai dengan fungsi dan perannya,
4.      Mengatur beberapa konfigurasi dasar dalam komputer (tanggal, waktu, konfigurasi
media penyimpanan, konfigurasi proses booting, kinerja, serta kestabilan komputer)
.
Namun fungsi utama BIOS adalah untuk memuat sistem operasi. BIOS menyediakan instruksi pertama kepada mikroprosesor untuk mengaktifkan komputer.
Lalu bagaimana dengan sejarah (awal mula) ditemukannya BIOS?
Begini sahabat, istilah BIOS pertama kali muncul dalam sistem operasi CP/M, yang merupakan bagian dari CP/M yang dimuat pada saat proses booting dimulai yang berhadapan secara langsung dengan perangkat keras (beberapa mesin yang menjalankan CP/M memiliki boot loader sederhana dalam ROM).
Kebanyakan versi DOS memiliki sebuah berkas yang disebut “IBMBIO.COM” (IBM PC-DOS) atau “IO.SYS” (MS-DOS) yang berfungsi sama seperti halnya CP/M disk BIOS. Kata BIOS juga dapat diartikan sebagai “kehidupan” dalam tulisan Yunani (Βίος).
Dalam perkembangannya terdapat beberapa perusahaan yang menyediakan BIOS pada komputer kita sahabat, antara lain sebagai berikut :
1.      Award Software, yang meluncurkan Award BIOS, Award Modular BIOS, dan Award Medallion   BIOS.
2.      Phoenix Technologies, yang meluncurkan Phoenix BIOS, dan setelah melakukan merjer dengan Award Software, meluncurkan Phoenix-Award BIOS.
3.      American Megatrends Incorporated (AMI) yang merilis AMI BIOS, dan AMI WinBIOS.
4.      Microids Research.
5.      Para OEM (Original Equipment Manufacturer), seperti Hewlett-Packard/Compaq, IBM/Lenovo, Dell Computer, dan OEM-OEM lainnya.
Sekarang sudah mengerti kan apa BIOS itu, bagaimana fungsinya, dan seperti apa sejarah serta perkembangannya? Demikian penjelasan penulis mengenai BIOS apabila terdapat kekurangan penulis mohon maaf, semoga bermanfaat. Alhamdulillah.

Sumber :